Ayu Nantri dan Nengah Gelgel Didukung Dekopinwil Bali (Maju Jadi Anggota DPD)

Setelah melalui pembahasan yang mendalam di internal Dekopinwil Bali dengan melibatkan Dekopinda se-Bali dan Koperasi Nivo Prov. Bali, akhirnya Dekopinwil Bali memberikan dukungan penuh kepada Ayu Putu Nantri, S.H., M.H. calon DPD-RI no. urut 5 dan Drs. Nengah Gelgel, M.Pd. calon DPD-RI No. urut 27 pada Pemilu Legislatif 2009.

Demikian disampaikan Ketua Dekopinwil Bali Nyoman Sugawa Korry, S.E., Ak., M.M. bersama dengan kedua calon DPD tersebut dalam pertemuan, Senin (23/2) kemarin. Dari pertemuan itu, kedua calon sepakat untuk membela dan membantu perjuangan gerakan koperasi di Bali bila terpilih sebagi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2009-2014.

Continue reading

Masa Mendatang, Istri Perlu Suami Abad 21

Setiap April, kita selalu diingatkan dengan semangat perjuangan RA Kartini. Walaupun telah lebih dari satu abad perjuangan untuk kesetaraan wanita ini, tampaknya hingga saat ini masih banyak wanita belum tampil sejajar dengan pria. Apalagi jika dikaitkan dengan perjuangan di bidang politik, sangatlah minim jumlah wanita yang tertarik untuk ikut di dalamnya. Mereka masih terkungkung dengan tugas-tugas domestik. Begitu ungkap Wakil Ketua DPRD Propinsi Bali periode 1997 – 1999, Putu Ayu Nantri, S.H. Wanita yang bersemangat bicara soal politik ini juga mengungkapkan secara gamblang pengalamannya tujuh tahun duduk di legislatif. Ia prihatin dengan demo yang sebenarnya salah sasaran. Lalu bagaimana perjalanan hidup ibu empat anak yang masih aktif mengajar di fakultas hukum universitas Udayana ini? Berikut petikan wawancara Bali Post dengan Putu Ayu Nantri, S.H.

Continue reading

PEREMPUAN DAN POLITIK

ABSTRAK

Menurut pasal 27 UUD 1945, wanita mempunyai kedudukan yang sama dalam bidang hukum dan pemerintahan dengan pria. Undang-Undang Dasar 1945 dalam perundang-undangan politik telah mencerminkan bahwa wanita dan pria sama-sama punya hak untuk di pilih dan memilih namun, kenyataannya memperlihatkan bahwa jumlah wanita yang menjadi anggota Legislatif selama tujuh kali Pemilu prosentasenya masih kecil, walaupun jumlah wanita lebih banyak dari pria. Demikian pula halnya dengan wanita yang memegang posisi pada jabatan pengambil keputusan juga masih kecil.

Selengkapnya bisa dibaca pada : ejurnal.unud.ac.id

AYU PUTU Manusia Langka (1) Angkatan Pertama

Sebelumnya ada perempuan Bali yang menduduki jabatan pimpinan DPRD (Gotong Royong) Bali. Namun, ia sebagai pimpinan sementara, sebelum pimpinan definitif terpilih.

Saat itu Tata Tertib DPRD menyebutkan, sebelum pimpinan definitif terpilih, DPRD dipimpin anggota tertua didampingi anggota tertua berikutnya. Maka, tahun 1967 itu DPRDGR Bali dalam sidang-sidang pertamanya dipimpin seorang perempuan, Maria Suprapto (Fraksi Wanita/Partai Katolik) didampingi Ida Bagus Putu Windhya (Fraksi PNI).

Continue reading

Visi dan Misi Serta Pokok-Pokok Pikiran

Visi dan Misi Ayu Putu Nantri, S.H., M.H.

Calon Anggota DPD RI Thn. 2009 – 2014

Visi :

Terwujudnya DPD RI sebagai lembaga legislatif yang kuat, setara dan efektif dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah Bali menuju masyarakat Bali yang bermartabat, sejahtera dan berkeadilan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Misi :

  1. Memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah Bali untuk mewujudkan pembangunan Bali yang seimbang,adil dan sejahtera berdasrkan Tri Hita Karana.
  2. Memperjuangkan aspirasi dan kepentingan daerah Bali untuk melestarikan desa Pekraman yang merupakan pilar utama pembangunan Bali,serta Budaya dan agama Hindu yang merupakan jiwa pembangunan Bali dalam bingkai NKRI.
  3. Mengoptimalkan peran dan fungsi DPD RI sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya.
  4. Memperjuangkan penguatan status DPD RI sebagai salah satu badan legislative dengan fungsi dan kewenangan penuh untuk mengajukan usul, membahas, memutuskan serta memberi pertimbangan, dan melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang,terutama yang menyangkut kepentingan daerah.

Continue reading

Latar Belakang Mencalonkan Diri Menjadi Caleg DPD

Perjuangan perempuan Bali dibidang politik sudah dilaksanakan sejak dulu, namun hasilnya sampai saat ini belum memadai. Hal ini dapat dilihat dari sedikitnya perempuan Bali yang duduk di lembaga perwakilan rakyat. Dari sekian kali pemilu jumlah perempuan yang duduk di lembaga perwakilan rakyat tidak lebih dari 10%. Demikian pula di pemerintahan belum banyak perempuan Bali yang memegang posisi sebagai pengambil keputusan. Saat ini UU politik telah membuka peluang bagii perempuan untuk menetapkan keterwakilannya minimal 30 % dalam kepengurusan partai politik maupun sebagai calon legislatif. Oleh karena itu peluang ini harus dipergunakan dengan sebaik – baiknya.

Continue reading

Dukungan Anda Merupakan Modal Utama Memperjuangkan Kepentingan Bali

kartusuara